18 April 2011

Bermain Warna dengan Emosi Anak

Liputan6.com, Jakarta: Warna dapat membantu merangsang anak-anak terutama bagi mereka yang memiliki gangguan perhatian. Dengan warna, anak-anak belajar untuk mengekspresikan diri mereka. Dengan warna pula mereka menjadi lebih percaya diri dan lebih kreativitas dan ekspresif. Warna dapat mengekspresikan berbagai emosi bagi anak-anak yang sulit untuk mengekspresikan.

'Warnai hidup Anda' adalah teknik yang digunakan oleh psikolog dan psikoterapis untuk membantu anak-anak membedakan dan mengekspresikan berbagai emosi mereka di atas kertas. Teknik ini membantu untuk mengetahui apakah anak Anda senang, sedih, gembira, takut, atau bahkan marah.

Psikolog memberikan sekotak krayon berwarna dasar dengan kertas untuk anak-anak dan meminta mereka untuk menggambar dan mewarnai gambar. Anak diminta untuk memilih warna untuk menunjukkan perasaan tertentu.

Jika anak memilih merah, oranye, dan abu-abu, maka ia sedang marah, bahagia, dan kesepian. Suasana anak dapat diukur oleh warna-warna yang dipilihnya di atas kertas dan intensitas yang digunakan anak Anda.

Anak-anak bebas memilih warna-warna yang mereka sukai, memaksa mereka memilih warna tertentu dapat menyebabkan mereka menjadi pemberontak. Dengan warna, anak-anak mengembangkan harga diri dan pengakuan diri.

Anak-anak lebih tertarik pada warna-warna seperti kuning, merah, biru daripada warna seperti hitam, abu-abu dan coklat. Warna-warna cerah membuat mereka senang dan mereka mmengambil mainan yang berwarna cerah dan mengekspresikan kegembiraan mereka ketika bermain dengan mereka.

Departemen Pengembangan Anak di California State University Fullerton melakukan penelitian terhadap warna dan emosional anak-anak.

Dalam studi tersebut, anak-anak dari kedua jenis kelamin, usia antara lima dan enam tahun diminta untuk memilih warna favorit mereka dari sembilan warna yang diberikan dan ditunjukkan secara acak. Mereka menanyakan pertanyaan "Bagaimana warna buat Anda" dan 69% anak-anak memilih warna-warna cerah seperti pink, biru, merah dan mengungkapkan kebahagiaan dan kegembiraan.

Beberapa memilih hitam, abu-abu, dan coklat yang menunjukkan emosi negatif seperti kesedihan. Anak-anak menunjukkan kecenderungan untuk memilih warna cerah dan tidak suka warna gelap.

Seiring perkembangan usia, gadis-gadis cenderung memilih warna yang lebih terang menunjukkan emosi yang bahagia dan kegembiraan seperti pink, merah, kuning yang tercermin dalam berpakaian dan cara mereka menggunakan warna ini untuk menghiasi kamar mereka. Sementara anak laki-laki mengambil warna-warna seperti beige, biru, coklat, dan hitam untuk mengekspresikan emosi mereka.

No comments:

Post a Comment